Universitas Syiah Kuala dan Jejak Pendidikan Aceh Pasca Tsunami
BANDA ACEH, LELEMUKU.COM – Nama Universitas Syiah Kuala tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang pendidikan di Provinsi Aceh. Kampus yang berdiri di Banda Aceh ini menjadi saksi bagaimana dunia pendidikan di ujung barat Sumatra bangkit dari keterpurukan.
Pendidikan di Aceh pernah mengalami masa sulit. Konflik yang berkepanjangan, ditambah musibah gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004, membuat banyak sekolah dan institusi pendidikan menjadi korban. Pada Ujian Akhir Nasional 2005, ribuan siswa tercatat tidak lulus dan terpaksa mengikuti ujian ulang.
Tsunami yang dipicu gempa Samudra Hindia itu menyebabkan sekitar 170.000 orang tewas atau hilang. Bencana ini juga mendorong terciptanya perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. Perjanjian damai itu menjadi titik balik pembangunan Aceh, termasuk di sektor pendidikan.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan kemudian berupaya keras mendongkrak taraf pendidikan. Salah satu capaian penting terjadi pada 2019, ketika Aceh dinyatakan sebagai satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 100 persen.
Kini, Provinsi Aceh memiliki sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka. Selain Universitas Syiah Kuala, ada Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh di Aceh Utara, Universitas Samudra Langsa, Universitas Teuku Umar di Meulaboh, serta Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah di Lhokseumawe. Ada pula Institut Seni Budaya Indonesia Aceh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Perguruan tinggi swasta juga tumbuh pesat. Beberapa di antaranya adalah Universitas Serambi Mekkah, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Iskandar Muda, Universitas Ubudiyah Indonesia, dan Universitas Bina Bangsa Getsempena, semuanya di Banda Aceh. Di daerah lain terdapat Universitas Almuslim di Bireuen, Universitas Jabal Ghafur di Pidie, dan Universitas Gajah Putih di Aceh Tengah.
Keistimewaan Aceh di bidang pendidikan diatur dalam UU Nomor 44 Tahun 1999. Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas disertai penambahan materi muatan lokal sesuai syariat Islam, serta penyelenggaraan pendidikan madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah.
Tugu Darussalam yang berdiri di kawasan Kopelma Darussalam menjadi penanda pendirian kampus-kampus di Banda Aceh. Kawasan ini kini dikenal sebagai pusat pendidikan di Provinsi Aceh, dengan suasana khas kota pelajar yang tenang dan rindang. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
