Menyusuri Cagar Alam Ulu Masen, Rumah Terakhir Harimau Sumatra di Aceh

Menyusuri Cagar Alam Ulu Masen, Rumah Terakhir Harimau Sumatra di Aceh

ACEH JAYA, LELEMUKU.COM – Provinsi Aceh menyimpan salah satu harta ekologis paling berharga di Asia Tenggara. Namanya Cagar Alam Ulu Masen, hamparan hutan yang membentang dari Kabupaten Aceh Jaya hingga perbatasan Pidie.

Cagar Alam Ulu Masen merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan yang membelah Pulau Sumatra. Hutan ini menjadi rumah bagi sejumlah satwa endemis yang kini statusnya terancam punah, seperti orangutan, gajah, harimau, dan badak Sumatra.

Selain Ulu Masen, Aceh juga memiliki Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang didirikan di Kabupaten Aceh Tenggara. TNGL merupakan salah satu warisan dunia yang ditetapkan UNESCO karena kekayaan keanekaragaman hayatinya. Di kawasan ini pula terdapat Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang menjadi habitat penting bagi burung-burung migran.

Aceh memiliki luas wilayah 5.677.081 hektare, dengan hutan sebagai lahan terluas yang mencapai 2.290.874 hektare. Sementara lahan perkebunan rakyat mencapai 800.553 hektare. Wilayah Aceh juga terdiri dari 119 pulau, 35 gunung, dan 73 sungai utama.

Bagi para pencinta alam, Ulu Masen menawarkan pengalaman trekking yang menantang. Jalur-jalur setapak yang dibuka oleh masyarakat adat menjadi akses utama bagi peneliti dan wisatawan minat khusus. Mereka biasanya bermalam di pos-pos sederhana yang dibangun dari kayu dan rotan.

Keindahan Aceh juga tidak hanya ada di daratan. Provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatra ini memiliki garis pantai yang cukup panjang. Salah satu pantai pasir putih yang terkenal adalah Pantai Lampuuk di Aceh Besar. Ada pula Pantai Pasi Saka di Aceh Jaya yang masih relatif sepi pengunjung.

Di bagian kepulauan, Sabang dan Pulau Weh menjadi destinasi favorit. Titik Kilometer Nol Indonesia berada di Pulau Weh, sementara titik terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak di Pulau Rondo. Kedua lokasi ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyentuh batas paling barat Indonesia.

Untuk mencapai kawasan-kawasan tersebut, wisatawan dapat menggunakan transportasi darat melalui jalan tol Banda Aceh-Sigli yang sudah dibangun. Alternatif lain adalah melalui jalur udara dengan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar, atau menyeberang laut melalui Pelabuhan Internasional Sabang.

Pemerintah Aceh terus mendorong pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Konsep ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0