Polikarpus Lalamafu Ajak Sarjana Baru Jangan Mengemis Jadi ASN

Polikarpus Lalamafu Ajak Sarjana Baru Jangan Mengemis Jadi ASN


Polikarpus Lalamafu Ajak Sarjana Baru Jangan Mengemis Jadi ASN

Posted: 09 Feb 2020 05:57 AM PST

LAURAN, LELEMUKU.COM – Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS), Polikarpus Lalamafu S.Sos, MM mengajak sekitar 110 sarjana Strata Satu (S1) dan Diploma III (D III) yang baru saja diwisudakan untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dan jangan hanya berharap bahkan mengemis untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya teringat saat saya wisuda S1 pada tahun 1996, Wagub Maluku Barnabas Orno berpesan bahwa menjadi seorang sarjana itu minimal dia mampu untuk bekerja dan menghidupi dirinya sendiri, mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, itu baru disebut sarjana. Bukan kita pergi dan mengemis pekerjaan jadi pegawai. Berprofesi sebagai tukang ojek saja, itu sudah mengahasilkan uang, jangan kita berpikir jadi ojek artinya gelar kita ini sudah ada di bawah tanah, tidak seperti itu ya. Anda harus menunjukkan bahwa seorang tukang ojek, suatu saat dia mampu menjadi seorang bos ojek," ajak dia saat Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda pada Sabtu (09/02/2020).

Kemudian Lalamafu pun memberi pesan kepada seluruh wisudawan untuk mampu menciptakan iklim akademik yang kondusif di tengah masyarakat dan menjujung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan artinya belajar seumur hidup, penelitian artinya melihat fenomena-fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara khusus, ia memberi penawaran kepada para lulusan terbaik di kampus tersebut untuk bersama-sama mengabdi menjadi dosen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan lulusan generasi Tanimbar yang profesioanl yang nantinya akan dibiayai pihaknya untuk mengambil sekolah ke jenjang berikutnya.

"Perguruan tinggi di era kompetisi sekarang ini semakin ketat, maka tugas anda selaku insan akademik adalah menjunjung tri dharma perguruan tinggi. Selain itu ada 8 lulusan terbaik yang akan kami tawarkan kalau dapat anda mengabdi di kampus ini dan kami akan sekolahkan anda lagi untuk kembali mengabdi di kampus yang kita cintai bersama ini," pesan Ketua YPT-RLS itu. (Laura Sobuber)

YPT-RLS Gelar Wisuda Perdana di Aula Kampus Lelemuku

Posted: 09 Feb 2020 02:57 AM PST

LAURAN, LELEMUKU.COM – Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS) yang juga selaku Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku mengungkapkan rasa syukurnya karena untuk pertama kalinya sebanyak 110 mahasiswa Strata Satu (S1) dan Diploma III (D III) melakukan wisuda di kampus tersebut.

"Wisuda hari ini memang wisuda perdana di Kampus Lelemuku Saumlaki, biasanya wisuda di gedung kesenian, tapi kami berkomitmen untuk tahun ini wisuda perdana STKIPS dan kedua sekolah tinggi lainnya harus dilaksanakan di kampus," ungkap dia usai Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda pada Sabtu (09/02/2020).

Ia pun menyatakan rasa senang atas diwisudanya sebanyak ke-37 mahasiswa STKIPS yang terdiri dari 8 orang program studi (Prodi) Bahasa Inggris dan 29 prodi pendidikan Matematika dan secara langsung disaksikan Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Dr. Muhammad Bugis, SE., M.Si dan tamu undangan lainnya.

"Intinya para orang tua dan keluarga yang mengantarkan para wisudawan hadir disini dan bisa secara langsung dan nyata melihat kondisi dan menyaksikan langsung acara wisuda di Kamus Lelemuku ini yang memiliki kesan tersendiri bahwa perjuangan mahasiswa ini cukup berat sehingga mereka sudah bisa mengunakan kampusnya sendiri , gedungnya sendiri untuk melaksanakan wisuda. Perjuangan yang begitu besar ini adalah awal dari perjuangan mereka, semoga ke depan mereka bisa membahagiakan keluaraga dan orangtua mereka," tutup Srue. (Laura Sobuber)

Huawei Nyatakan Verizon Langgar 12 Hak Paten Atas Transmisi Optik

Posted: 08 Feb 2020 10:27 PM PST

Huawei Nyatakan Verizon Langgar 12 Hak Paten Atas Transmisi OptikWASHINGTON, LELEMUKU.COM - Perusahaan raksasa teknologi China, Huawei, menuduh operator telepon AS, Verizon melanggar hak patennya, sebut Huawei dalam gugatan yang diajukan Kamis (6/2). Gugatan Huawei ini memperluas upaya-upayanya untuk mempertahankan bisnis perusahaan itu di Amerika Serikat di tengah-tengah sanksi pemerintah AS.

Huawei Technologies Ltd. menuduh Verizon Communications Inc. melanggar 12 hak paten atas transmisi optik, komunikasi digital dan teknologi lainnya, sebut sebuah salinan gugatan yang dikeluarkan oleh perusahaan itu. Huawei menyatakan pihaknya mengajukan gugatan setelah beberapa negosiasi gagal menghasilkan sebuah kesepakatan mengenai lisensi.

Dalam kasus terpisah, Huawei juga menantang langkah pemerintah AS membatasi aksesnya ke pasar Amerika dengan alasan keamanan. Tidak ada indikasi gugatan Kamis itu terkait dengan hal tersebut.

Gugatan itu meminta pengadilan federal AS di Waco, Texas, untuk memberi ganti rugi dan biaya-biaya lisensi yang tidak disebutkan jumlahnya.

Huawei, merek telepon pintar kedua terbesar secara global dan produsen perangkat jaringan terbesar bagi sejumlah operator telepon, membantah tuduhan AS bahwa perusahaan itu kemungkinan berisiko terhadap keamanan atau memfasilitasi spionase oleh China.

Sanksi-sanksi yang dikenakan pemerintahan Trump pada Mei 2019, memblokir akses Huawei ke sebagian besar teknologi komponen AS. Perusahaan itu menyatakan telah mengganti sebagian besar teknologi Amerika dalam produk-produk utamanya. (VOA)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0