TNI Bersama Warga dan PTFI Gelar Karya Bhakti Pasca Banjir dan Longsor di Tembagapura
TNI Bersama Warga dan PTFI Gelar Karya Bhakti Pasca Banjir dan Longsor di Tembagapura |
- TNI Bersama Warga dan PTFI Gelar Karya Bhakti Pasca Banjir dan Longsor di Tembagapura
- Abdul Umlati Lantik 204 Pejabat Raja Ampat
- Markus Masnembra Ajak ASN Biak Numfor Tinggalkan Pola Kerja Lama
- Polda Tanggapi Klaim TPNPB Menembak Mati Anggota Brimob yang Membusuk di Hutan Intan Jaya
- 11.573 Kali Gempa Bumi Guncang Indonesia di Tahun 2019
- 11.573 Kali Gempa Bumi Guncang Indonesia di Tahun 2019
- Gempa di Tolitoli dan Buol Membuat Warga Panik dan Berlarian Keluar Rumah
- Gempang Tektonik Guncang Malang Tidak Berpotensi Tsunami
- Gempang Guncang Pulau Simeulue Dipicu Aktifitas Subduksi Lempeng di Zona Megathrust
| TNI Bersama Warga dan PTFI Gelar Karya Bhakti Pasca Banjir dan Longsor di Tembagapura Posted: 07 Jan 2020 02:40 PM PST
TEMBAGAPURA, LELEMUKU.COM – Kegiatan Karya Bhakti merupakan salah satu bakti nyata sekaligus penguatan paradigma kemanunggalan TNI dengan rakyat, hal itu sudah menjadi bagian dari Tugas pokok TNI AD kususnya membantu kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah.
Seperti yang dilakukan Babinsa Kampung Doliningokngin, Koramil 1710-04/Tembagapura, dimana para Babinsa Koramil 1710-04/Tembagapura bersama warga binaan dan PT.FI melaksanakan Karya Bhakti perbaikan jalan menuju Kampung Banti l pasca terjadinya banjir yang disertai longsor di Kampung Banti Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Pada Selasa (07/1/2020). Disela-sela kegiatan tersebut Serka Abdul Jafar yg turut dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi bagian dari tugas pokok TNI AD, khususnya membantu kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah.
"Karya bakti kali ini bertujuan untuk memperbaiki jalan utama penghubung Kampung Banti I ke Banti II yang telah melumpuhkan Aktivitas warga di kedua kampung tersebut akibat banjir yang disertai longsor" terangnya.
Selanjutnya Serka Jafar juga menambahkan bahwa sebagai seorang Babinsa dirinya harus senantiasa hadir bersama-sama untuk membantu masyarakat, sehingga apabila ada permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat seperti sekarang ini, maka akan cepat diatasi dengan kami koordinasikan dengan kepala Kampung dan PT.FI" pungkasnya. (Pendam17) |
| Abdul Umlati Lantik 204 Pejabat Raja Ampat Posted: 07 Jan 2020 02:40 PM PST
WAISAI, LELEMUKU.COM – Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, menegaskan bahwa seusai melantik 204 pejabat di Lingkungan Pemda Raja Ampat, di gedung Pari, Selasa 07/01/2020. "Pelantikan ini tidak ada maksud lain, saya beri kesempatan dan peluang bagi saudara-saudara untuk bekerja dan mengabdi bagi Negeri ini" AFU menyatakan Jabatan merupakan suatu anugerah sekaligus amanah yang harus dimanfaatkan untuk lingkungan kerja dan masyarakat Raja Ampat. Karena itu, Ia mengingatkan seluruh Aparatur untuk mengedepankan loyalitas, integritas serta meningkatkan kinerja, kreativitas dan inovasi. Pelantikan disaksikan Wabkil Bupati Raja Ampat, Pimpinan DPRD Raja Ampat, Sekretaris Daerah Raja Ampat, Para Pimpinan OPD, ASN dan Tokoh Agama. 204 Pejabat yang dilantik terdiri atas: 9 orang pejabat Eselon II, 15 Orang Pejabat Administrator, 179 orang Pengawas dan 1 orang Kepala Puskesmas. (HumasRajaAmpat) |
| Markus Masnembra Ajak ASN Biak Numfor Tinggalkan Pola Kerja Lama Posted: 07 Jan 2020 02:40 PM PST
|
| Polda Tanggapi Klaim TPNPB Menembak Mati Anggota Brimob yang Membusuk di Hutan Intan Jaya Posted: 07 Jan 2020 01:40 PM PST JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Papua pada Senin (6/1/2019) menanggapi pemberitaan tentang Pasukan Pembebasan Papua Barat atau TPNPB yang mengklaim telah menembak mati satu anggota pasukan keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, dengan mayatnya sedang membusuk itu adalah tidak benar atau hoax.Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menegaskan pernyataan yang disampaikan Admin TPNPBNews melalui siaran pers yang beredar di media sosial itu benar-benar hoax. Terkait dengan foto barang-barang berupa identitas serta alat-alat lainnya memang benar merupakan milik anggota, barang-barang tersebut terjatuh pada saat anggota hendak melewati jurang untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Intan Jaya. Dan untuk anggota yang barang-barangnya terjatuh tersebut saat ini sedang berdinas di Timika. "Kepada masyarakat untuk cermati di dalam foto tersebut, foto yang terdapat orang yang sedang telungkup (korban) serta dikelililingi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, situasi dan tempatnya berbeda dengan foto barang-barang berupa identitas seorang anggota, dimana foto yang terdapat orang yang sedang telungkup (korban) tersebut terlihat dibelakangnya nampak di tengah hutan gersang sedangkan pada foto identitas anggota terlihat berada di tempat di padang rumput hijau, ini bukti bahwa foto tersebut kontraversial dengan pernyataan TPNPB," ujar dia. Kabid Humas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, cek dahulu sumber informasi/berita apakah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, jika menyebarkan berita hoax akan dikenakan sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang ITE. "Sampai saat ini situasi Kamtibmas di Papua dalam keadaan aman dan Kondusif, Polda Papua bersama Kodam XVII Cenderawasih dan Pemerintah daerah terus bersinergi menjaga keamanan di tiap-tiap daerah sehingga warga masyarakat dapat beraktifitas dengan baik dan lancar dan adanya rasa takut," tutur Kamal. Dikatakan aparat keamanan TNI dan Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan tugas pokok dalam menjamin keamanan di setiap daerah yang ada di wilayah hukum Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih. "Aparat keamanan TNI/Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata yang terus melakukan kekerasan di Papua khususnya di Daerah Pegunungan baik terhadap masyarakat, TNI dan Polri. Mari kita dukung program-program Pemerintah dalam membangun Papua kedepan menjadi lebih baik," ajak dia. Sebelumnya dalam siaran pers KOMNAS TPNPB-OPM Per 5 Januari 2020 mengatakan satu anggota brimob yang telah ditembak mati oleh pasukan TPNPB sedang membusuk. "Pemerintah Indonesia tidak evakuasi mayat korban dan ini sangat biadab karena Pemerintah Indonesia tidak bertanggung jawab atas mayat korban anggota Pasukan mereka. Pada hari Sabtu Tanggal 4 January 2020 Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan yang dikirim langsung oleh Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dimana dalam laporan itu telah dilampirkan semua bukti-bukti yaitu photos dan Videos, aktifitas perang TPNPB VS Pasukan Kemanan Indonesia di Intan Jaya-Papua," klaim kelompok tersebut. (Albert Batlayeri) |
| 11.573 Kali Gempa Bumi Guncang Indonesia di Tahun 2019 Posted: 07 Jan 2020 04:10 AM PST
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap aktivitas gempabumi di Indonesia selama tahun 2019 menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi sebanyak 11.573 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman. Jika dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah gempa sebanyak 11.920 maka aktivitas gempa selama 2019 mengalami sedikit penurunan jumlah. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si., M.Si bahwa ativitas gempabumi signifikan dengan magnitudo diatas M5,0 terjadi sebanyak 344 kali. Sedangkan gempa kecil dengan kekuatan kurang dari M5,0 terjadi sebanyak 11.229 kali. Sehingga selama 2019 aktivitas gempabumi di Indonesia didominasi oleh aktivitas gempabumi berkekuatan di bawah M5,0. Adapun gempabumi yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat atau disebut sebagai gempabumi dirasakan selama tahun 2019 terjadi sebanyak 1.107 kali. Berdasarkan peta aktivitas gempabumi (seismisitas) selama tahun 2019 tampak bahwa kluster aktivitas gempabumi paling aktif terjadi di daerah Nias, Lombok-Sumba, Laut Maluku Utara, Ambon, Laut Banda, dan Sarmi-Mamberamo. Sedangkan gempabumi yang kejadiannya menimbulkan kerusakan bangunan rumah terjadi sebanyak 17 kali,yaitu: Gempa Morotai 16 Januari 2019 (M5,3), Gempa Solok Selatan 28 Februari 2019 (M 5,6), Gempa Lombok 17 Maret 2019 (M 5,4), Gempa Sumenep 2 April 2019 (M 5,0), Gempa Banggai 12 April 2019 (M 6,9), Gempa Maluku 7 Juni 2019 (M 7,0), Gempa Sarmi 20 Juni 2019 (M 6,2), Gempa Banda 24 Juni 2019 (M 7,4), Gempa Mamberamo 24 Juni 2019 (M 6,1), Gempa Sumbawa 13 Juli 2019 (M 5,3), Gempa Labuha 14 Juli 2019 (M 7,2), Gempa Banten 2 Agustus 2019 (M 6,9), Gempa Bali 13 Agustus 2019 (M 5,0), Gempa Gunung Salak 23 Agustus 2019 (M 4,0), Gempa Ambon 26 September 2019 (M 6,5), Gempa Ambon 10 Oktober 2019 (M 5,2) dan Gempa Maluku 14 November 2019 (M 7,1). (Laura Sobuber) |
| 11.573 Kali Gempa Bumi Guncang Indonesia di Tahun 2019 Posted: 07 Jan 2020 12:40 AM PST
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap aktivitas gempabumi di Indonesia selama tahun 2019 menunjukkan telah terjadi aktivitas gempabumi sebanyak 11.573 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman. Jika dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah gempa sebanyak 11.920 maka aktivitas gempa selama 2019 mengalami sedikit penurunan jumlah. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si., M.Si bahwa ativitas gempabumi signifikan dengan magnitudo diatas M5,0 terjadi sebanyak 344 kali. Sedangkan gempa kecil dengan kekuatan kurang dari M5,0 terjadi sebanyak 11.229 kali. Sehingga selama 2019 aktivitas gempabumi di Indonesia didominasi oleh aktivitas gempabumi berkekuatan di bawah M5,0. Adapun gempabumi yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat atau disebut sebagai gempabumi dirasakan selama tahun 2019 terjadi sebanyak 1.107 kali. Berdasarkan peta aktivitas gempabumi (seismisitas) selama tahun 2019 tampak bahwa kluster aktivitas gempabumi paling aktif terjadi di daerah Nias, Lombok-Sumba, Laut Maluku Utara, Ambon, Laut Banda, dan Sarmi-Mamberamo. Sedangkan gempabumi yang kejadiannya menimbulkan kerusakan bangunan rumah terjadi sebanyak 17 kali,yaitu: Gempa Morotai 16 Januari 2019 (M5,3), Gempa Solok Selatan 28 Februari 2019 (M 5,6), Gempa Lombok 17 Maret 2019 (M 5,4), Gempa Sumenep 2 April 2019 (M 5,0), Gempa Banggai 12 April 2019 (M 6,9), Gempa Maluku 7 Juni 2019 (M 7,0), Gempa Sarmi 20 Juni 2019 (M 6,2), Gempa Banda 24 Juni 2019 (M 7,4), Gempa Mamberamo 24 Juni 2019 (M 6,1), Gempa Sumbawa 13 Juli 2019 (M 5,3), Gempa Labuha 14 Juli 2019 (M 7,2), Gempa Banten 2 Agustus 2019 (M 6,9), Gempa Bali 13 Agustus 2019 (M 5,0), Gempa Gunung Salak 23 Agustus 2019 (M 4,0), Gempa Ambon 26 September 2019 (M 6,5), Gempa Ambon 10 Oktober 2019 (M 5,2) dan Gempa Maluku 14 November 2019 (M 7,1). (Laura Sobuber) |
| Gempa di Tolitoli dan Buol Membuat Warga Panik dan Berlarian Keluar Rumah Posted: 07 Jan 2020 12:40 AM PST
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Wilayah Tolitoli dan Buol Sulawesi Tengah diguncang gempa tektonik Hari Selasa, 31 Desember 2019, pukul 12.18.27 WIB. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si., M.Si bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan magnitudo hasil pemutakhiran M=4,9. Episenter terletak pada koordinat 1,27 LU dan 120,79 BT tepatnya di laut pada jarak 43 km arah timur Toli-Toli, Sulawesi Tengah pada kedalaman 66 km. Gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng yang menunjam ke bawah lengan utara Pulau Sulawesi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang merupakan ciri khas gempa dampak tumbukan lempeng. Guncangan dilaporkan dirasakan di Tolitoli dan Buol dalam skala intensitas IV MMI dimana guncangan dirasakan oleh orang banyak dan Parigi Moutong III MMI dimana guncangan seperti ada truk lewat dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Warga di Tolitoli dan Buol dilaporkan sempat lari berhamburan ke luar rumah karena terkajut akibat adanya guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 12.41 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Kawasan Tolitoli dan Buol memang kawasan rawan gempa. Sejarah mencatat di wilayah ini pernah terjadi gempa kuat dan merusak pada tahun 1979, 1983, 1996, dan 1997. Tsunami juga pernah terjadi di pantai Tolitoli pada tahun 1904. (Laura Sobuber) |
| Gempang Tektonik Guncang Malang Tidak Berpotensi Tsunami Posted: 07 Jan 2020 12:10 AM PST
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Wilayah Malang dan sekitarnya diguncang gempa tektonik Minggu, 5 Januari 2020, pukul 05.55.46 WIB. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berkekuatan M=4.8. Episenter terletak pada koordinat 8.73 LS dan 112.50 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 66 km baratdaya Kab. Malang-Jawa Timur pada kedalaman 76 km. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Guncangan dirasakan di Sawahan-Nganjuk, Tempursari-Lumajang, Ponorogo, Trenggalek dalam skala intensitas II MMI dan Karangkates-Malang, Tulungagung, Blitar dalam skala intensitas III MMI. Beberapa warga sempat berlarian ke luar rumah karena terkejut akibat guncangan gempa yang terjadi dengan tiba-tiba. Hasil monitoring BMKG belum terjadi gempa susulan. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang. (Laura Sobuber) |
| Gempang Guncang Pulau Simeulue Dipicu Aktifitas Subduksi Lempeng di Zona Megathrust Posted: 07 Jan 2020 12:10 AM PST
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Wilayah Pulau Simeulue diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo M=6,4 yang dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,1 Pada Selasa, 7 Januari 2020 pukul 13.05.18 WIB. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si bahwa episenter terletak pada koordinat 2.3 LU dan 96.32 BT tepatnya di laut pada jarak 19 km arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada kedalaman 20 km. Gempa ini dirasakan di Simeulue dalam skala intensitas IV MMI hingga banyak warga berlarian ke luar rumah. Sementara itu di Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli gempa dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Sedangkan di Medan guncangan mencapai II-III MMI, serta Nias Barat dan Meulaboh II MMI . Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga hari Selasa, 07 Januari 2020 pukul 13.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 1 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M3,3. |
| You are subscribed to email updates from #Lelemuku | Berita Lelemuku - Berita Terbaru dan Terkini. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri





BIAK, LELEMUKU.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Biak Numfor Markus O. Masnembra, SH.,MM mengingatkan jajaran pegawai dan pejabat supaya terus meningkatkan kinerja di tahun 2020. Cara kerja pola lama di tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya yang dinilai kurang maksimal diminta supaya ditinggalkan.Hal tersebut disampaikan Sekda ketika bertindak sebagai pembina apel awal tahun 2020 di Halaman Kantor Bupati Biak Numfor, Senin (6/1). Ia mengingatkan kembali jajaran pegawai dan para pejabat diberbagai jenjang eselon supaya terus berinovasi dengan menjadi motor penggerak perubahan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya."Kita tidak boleh menggunakan cara-cara lama bekerja ditahun 2020, kita harus berinovasi, apalagi jajaran pejabat supaya menjadi contoh dan terus meningkatkan kinerjanya dengan membuat terobosan-terobosan baru. Kerja sama dan koordinasi juga perlu menjadi perhatian serius," imbuhnya.Peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui penerapan aplikasi (sistem online) di sejumlah OPD dinilai membutukan inovasi, perubahan pola kerja yang tepat dan terus dikembangkan. Oleh karena itu, lanjutnya, di tahun 2020 membutuhkan keseriusan semua ASN dalam meningkatkan kinerjanya."Pak Bupati maunya kita kerja cepat, pejabat dan semua pegawai berinovasi minimal meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tugas dan fungsi pokoknya masing-masing. Oleh karena itu sekali lagi cara kerja lama harus ditingalkan, zaman terus berubah dan itu kita harus ikuti kalau tidak mau ketinggalan," tandasya.Sekda juga menambakhkan, tentang penertiban aset yang terus akan dilakukan, menyiapkan berbagai kelengkapan berkas pertanggungjawaban menyikapi audit pendahaluan dari BPK RI terhadap kegiatan tahun 2019 yang rencananya dilakukan bulan Februari 2020 dan sejumlah lainnya.(HumasBiakNumfor)



